Perkuat Kolaborasi Internasional melalui International Guest Lecture Bersama UiTM Malaysia
Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Perkantoran Digital FEB UNJ turut berpartisipasi dalam International Guest Lecture hasil kolaborasi FEB UNJ dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia bertema Young Entrepreneur Driving the SDGs. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan tentang kewirausahaan berkelanjutan, transformasi digital, inovasi, dan kolaborasi global sebagai bekal menjadi lulusan yang adaptif, kompetitif, dan berdaya saing internasional.
Jakarta – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali memperkuat jejaring kerja sama internasional melalui penyelenggaraan International Guest Lecture bekerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Mengangkat tema “Young Entrepreneur Driving the SDGs: Innovation, Sustainability, and Global Impact”, kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan mengenai peran strategis generasi muda dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui inovasi dan kewirausahaan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung SFD Tower B Lantai 10 FEB UNJ ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, koordinator program studi, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FEB UNJ. Salah satu program studi yang turut berpartisipasi aktif adalah Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Perkantoran Digital, bersama dosen dan mahasiswa yang mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari penguatan kompetensi internasional, pengembangan jejaring akademik, serta peningkatan wawasan mengenai kewirausahaan digital dan pembangunan berkelanjutan.
Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FEB UNJ, Darma Rika Swaramarinda, S.Pd., M.S.E., Ph.D., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber dari UiTM Malaysia. Beliau menegaskan bahwa penyelenggaraan International Guest Lecture merupakan bagian dari komitmen FEB UNJ dalam menghadirkan atmosfer akademik bertaraf internasional sekaligus mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi.
Sebagai bentuk penguatan kemitraan kedua institusi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata kepada perwakilan program studi dan prosesi penyerahan sertifikat kerja sama antara FEB UNJ dan UiTM Malaysia. Momen tersebut menjadi simbol semakin eratnya kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang kerja sama internasional di masa mendatang.
Kuliah tamu menghadirkan Associate Professor Dr. Badrul Isa, akademisi dari Department of Art and Design Education, Faculty of Education, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Dalam paparannya, Dr. Badrul menjelaskan bahwa keberhasilan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030 sangat bergantung pada kontribusi generasi muda sebagai inovator, entrepreneur, dan agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan global.
Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak lagi dipersiapkan semata-mata untuk menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi harus mampu berkembang menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) yang memiliki kepedulian terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Paradigma sustainable entrepreneurship menjadi pendekatan penting dalam membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan melalui keseimbangan antara People, Planet, dan Prosperity.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Badrul juga menyoroti pentingnya transformasi digital sebagai penggerak utama lahirnya inovasi bisnis masa depan. Pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), cloud computing, e-commerce, fintech, Internet of Things (IoT), blockchain, dan digital marketing dinilai mampu meningkatkan daya saing generasi muda dalam membangun usaha yang adaptif terhadap perkembangan global. Ia menegaskan bahwa teknologi bukanlah pengganti manusia, melainkan mitra strategis yang memperkuat kreativitas dan inovasi.
Bagi Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Perkantoran Digital FEB UNJ, materi yang disampaikan memiliki relevansi yang sangat kuat dengan profil lulusan yang berorientasi pada penguasaan teknologi digital, inovasi administrasi modern, tata kelola organisasi, serta pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh perspektif internasional mengenai bagaimana transformasi digital, kolaborasi lintas negara, dan inovasi berkelanjutan dapat diimplementasikan dalam dunia kerja maupun pengembangan usaha di era ekonomi digital.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Program Studi Administrasi Perkantoran Digital untuk memperluas wawasan global, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun jejaring akademik dengan institusi pendidikan luar negeri. Pengalaman mengikuti kuliah tamu internasional diharapkan mampu memperkuat kompetensi lulusan agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja global dan perkembangan industri berbasis teknologi.
Pada akhir sesi, Dr. Badrul Isa menegaskan bahwa keberhasilan seorang entrepreneur masa depan ditentukan oleh sinergi lima elemen utama, yaitu purpose, innovation, technology, sustainability, dan collaboration. Perpaduan kelima unsur tersebut diyakini mampu menciptakan dampak global yang berkelanjutan bagi masyarakat. Ia menutup kuliah tamu dengan pesan inspiratif, “Collaborate. Innovate. Inspire the World.”, sebagai ajakan kepada seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi dunia.
Melalui penyelenggaraan International Guest Lecture ini, FEB UNJ bersama Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Perkantoran Digital kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berdaya saing global, memperkuat kolaborasi internasional, serta menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan visi Sustainable Development Goals (SDGs).